WHO Prediksi Virus Corona Tak Akan Pernah Hilang, Padahal Vaksin Sedang Dilakukan Uji Klinis

  • Bagikan
WHO Prediksi Virus Corona Tak Akan Pernah Hilang, Padahal Vaksin Sedang Dilakukan Uji Klinis
Lambang WHO. (Wikimedia Commons)
KEMBARA.ID- Keinginan sebagian besar masyarakat dunia agar vaksin virus corona segera ditemukan berbanding terbalik dengan sikap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

WHO begitu pesimis bahkan menyebut hingga kini tak ada prediksi yang akurat kapan virus corona akan lenyap dari muka bumi.

Untuk itu, WHO merilis kemungkinan virus corona tak akan pernah hilang.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Kedaruratan WHO, Michael Ryan, dalam jumpa pers virtual di Jenewa, Swiss.

Untuk itu, Ryan berharap setiap negara untuk mempersiapkan diri menghadapi virus corona bak perang yang akan berlangsung dalam waktu lama.

“Saya pikir menjadi penting agar kita realistis dan saya tidak berpikir siapa pun dapat memprediksi kapan penyakit ini akan hilang,” ucap Ryan dikutip dari suara.com.

Bandingkan Campak dan Corona

Ryan memberikan contoh penyakit campak yang juga menyerang masyarakat Indonesia.

Hingga kini belum ada vaksin yang mampu memusnahkan penyakit campak itu di dunia.

Selain itu, dirinya juga mengungkapkan, jika vaksin virus corona telah ditemukan maka akan dibutuhkan waktu yang panjang untuk menerapkan vaksin itu di seluruh dunia.

WHO: Vaksin Kemungkinan Siap Akhir 2021

Saat ini terdapat tiga perusahaan farmasi Amerika Serikat, Inovio, Moderna, dan Pfizer sedang melakukan uji klinis vaksin virus corona.

Upaya untuk menemukan vaksin virus corona juga sedang dilakukan Oxford University.

Otoritas Inggris mendukung penuh upaya Oxford University.

Bahkan, pihaknya menargetkan produksi vaksin virus corona dimulai pada musim gugur mendatang

Namun, Pejabat Senior WHO Dale Fisher menyebutkan hal berbeda.

“Saya pikir akhir tahun depan adalah ekspektasi yang sangat masuk akal,” kata Fisher dilansir dari CNBC, Senin (4/5/2020).

Fisher beralasan uji coba vaksin virus corona terbagi atas tiga fase.

uji coba tiga fase itu membutuhkan waktu lama.(*)

Simak videonya:

  • Bagikan