Walikota Denpasar Rai Mantra Angkat Bicara Terkait Bantuan Tunai dan Sembako

  • Bagikan
Walikota Denpasar Rai Mantra Angkat Bicara Terkait Bantuan Tunai dan Sembako
Antrian kendaraan pada hari pertama pelaksanaan PKM Denpasar di Posko Jalan Imam Bonjol. (Radar Bali)
KEMBARA.ID, DENPASAR- Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra menegaskan bantuan pemerintah berupa sembako dan bantuan tunai tetap berjalan selama Perwali Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) berlangsung di Kota Denpasar.

PKM tahap pertama akan berlangsung hingga 30 Mei 2020, dan rencana dilanjutkan tahap kedua hingga 15 Juni 2020.

Untuk diketahui, PKM yang diterapkan Pemkot Denpasar, bertujuan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Denpasar.

Hal itu karena Kota Denpasar sebagai ibukota Provinsi Bali, dihuni penduduk heterogen yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia.

Baca juga: Giri Prasta: Kalau Kegiatan Masyarakat Dibatasi, Ya Harus Ditanggung Kebutuhannya!

Baca juga: Pesan Buat Iptu Ady, Kombes Arie: Saya Harap Serahkan Diri, Kalau Tidak Kami Tembak

Tugas Walikota Rai Mantra dan seluruh jajaran tidak hanya menerapkan program ini untuk menyelamatkan penduduk Kota Denpasar melainkan ada kepentingan lebih besar yakni memutus rantai penyebaran Covid-19 di Bali dan semua penduduk heterogen di Denpasar.

“Pembagian sembako dan bantuan tunai bagi warga kota Denpasar terdampak langsung covid-19 terus berjalan selama PKM berlangsung. Sumber kegiatan (bantuan) berasal dari pemerintah pusat (APBN), pemerintah daerah (APBD), Pemerintah Desa (APBDES), partisipasi swasta/masyarakat (gotong royong),” kata Walikota Rai Mantra seperti dikutip kembara.id dari akun Instagram resmi Pemkot Denpasar, @denpasarkota, Senin (18/5/2020).

Rai Mantra menjelaskan, saat ini perlu gerakan bersama untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Baca juga: Tragis, 3 Pelajar SMK Tewas, Mobil Avanza Hantam Tronton dengan Kecepatan 100 Km/Jam

Baca juga: Ini Alasan Kenapa Pria Suka Melihat Payudara Wanita

PKM memberikan ruang untuk penyamaan strategi pencegahan dan pengobatan kepada seluruh wilayah di Kota Denpasar, dengan mengakomodir kearifan lokal instrumen desa adat.

“Tujuannya untuk memberikan edukasi secara berkelanjutan kepada masyarakat untuk menerapkan protokol pencegahan covid-19,” ujar Rai Mantra.

“Sehingga nantinya menjadi gaya hidup normal baru di era Covid-19 karena sampai sekarang belum ditemukan vaksin untuk pencegahannya,” tambah Rai Mantra.

  • Bagikan