Ubud Artisan Market Persembahkan Weaving Stories: Textile Traditions of Bali

  • Bagikan
Ubud Artisan Market Persembahkan Weaving Stories: Textile Traditions of Bali
Ubud Artisan Market mempersembahkan Weaving Stories, Textile Traditions of Bali, Sabtu 12 Februari dan Minggu 13 Februari 2022 di Indus Restaurant, Sanggingan Ubud, Gianyar Bali. Foto/ist
Ubud Artisan Market Persembahkan Weaving Stories : Textile Traditions of Bali

KEMBARA.ID, GIANYAR – Ubud Artisan Market, dibawah naungan Yayasan Mudra Swari Saraswati, menyelenggarakan pameran tekstil selama dua hari dari berbagai daerah di Bali.

Pameran diselenggarakan Sabtu, 12 Februari dan Minggu, 13 Februari di Indus Restaurant, Sanggingan Ubud, Gianyar Bali.

Penenun dari enam daerah akan menghadirkan berbagai macam bentuk tekstil, dari tradisional hingga kontemporer, dengan tampilan motif beragam, corak warna dan gaya yang berbeda.

Pihak yang berkontribusi diantarannya Tenun Pesalakan dari Pejeng, Cap Menuh dan Kain Menggahagung dari Gianyar, Putri Mas dari Negara, Alam Mesari dari Nusa Penida, Umah Grinsing dari Tenganan, Pagi Motley dan Alamanda Sudaji dari Singaraja.

Masing-masing memiliki komitmen untuk melestarikan warisan tekstil khas Bali dan banyak dari tekstil tersebut menggunakan pewarna alami yang diekstraksi langsung dari daun asli maupun kulit pohon untuk membuat kain-kain tersebut.

Program berikut berlangsung dari pukul 12. 00 WITA hingga pukul 21.00 WITA 09 Sabtu dan Minggu.

Selain pameran, juga terdapat demonstrasi menenun, serta sesi bincang diskusi dengan guest speakers dan film.

Diskusi akan berfokus pada keberlangsungan tenun selama pandemi, inovasi dalam industry, pentingnya pewarna alami dan bertahan di masa depan.

Video dari berbagai desa, yang menyoroti teknik dan gaya menenun yang berbeda-beda juga akan ditampilkan.

Barang-barang yang ditampilkan dapat langsung dibeli dan Indus akan membuka di bagian lantai bawah bagi mereka yang menginginkan menikmati makanan dengan suguhan pemandangan pegunungan Tjampuhan.

“Saya senang bisa mempersembahkan rangkaian berbagai tekstil Bali yang sangat luar biasa ini,” Kata Janet DeNeefe, founder dari Ubud Artisan Market.

Menurut dia, kerajinan unik ini adalah bagian penting dari kekhasan Bali yang wajib dilestarikan.

“Warisan kerajinan yang unik seperti ini merupakan bagian penting dari identitas Bali dan harus dilestarikan bagaimanapun caranya,” tambahnya.

Sementara itu, Made Astawa, Ketua Pejeng Kangen Banjar, menyampaikan dampak pandemi Covid-19 sangat dirasakan. Banyak orang termasuk perempuan di desa kehilangan pekerjaan.

  • Bagikan