TERUNGKAP, Saat KRI Nanggala 402 Hilang Kontak Terjadi Pergerakan ‘Tak Biasa’ di Bawah Laut, Tergambar pada Citra Satelit Himawari-8

  • Bagikan
TERUNGKAP, Saat KRI Nanggala 402 Hilang Kontak Terjadi Pergerakan 'Tak Biasa' di Bawah Laut, Tergambar pada Citra Satelit Himawari-8
Gambar yang diambil oleh satelit Aqua NASA saat melewati Indonesia, menangkap bukti adanya gelombang soliter internal atau internal solitary wave di area yang sama di mana kapal selam KRI Nanggala-402 menghilang awal bulan ini. (Jeff Schmaltz/, MODIS Land Rapid Response Team, NASA GSFC )
TERUNGKAP, Saat KRI Nanggala 402 Hilang Kontak Terjadi Pergerakan ‘Tak Biasa’ di Bawah Laut, Tergambar pada Citra Satelit Himawari-8

KEMBARA.ID- Penyebab tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 belum terungkap hingga saat ini.

Badan kapal selam itu ditemukan di kedalaman 839 meter dalam keadaan patah terbagi tiga di perairan Bali Utara.

Dalam peristiwa itu sebanyak 53 awak kapal meninggal dunia.

Baca juga: KKB Papua Tantang Pasukan Setan: Kau Mau Kirim Berapa Personel pun Tetap Kita Layani!

Fakta terbaru, satelit Himawari-8 milik Jepang dan Satelit Sentinel milik Eropa sempat merekam adanya pergerakan arus bawah laut atau internal solitary wave saat KRI Nanggala 402 mengalami hilang kontak pada 21 April 2021.

Asisten Perencanaan dan Anggaran Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muda Muhammad Ali saat menjadi bintang tamu di Channel YouTube Deddy Corbuzier mengatakan, ada dugaan penyebab tenggelamnya KRI Nanggala 402 disebabkan oleh internal solitary wave.

Namun, dugaan tersebut masih perlu dilakukan pendalaman dan evaluasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab sebenarnya KRI Nanggala tenggelam.

Baca juga: Pasukan Elit Denjaka Mendarat di Papua? Marinir: Kegiatan Denjaka hanya Diketahui Tuhan dan Prajurit

“Mungkin di permukaan air tidak terlihat internal solitary wave ini. Namun, kalau dikedalaman, entah itu belasan meter sampai dengan 50 atau 100 meter mungkin, itu akan terasa. Kalau menurut teori (oseanografi,red) mereka, itu bisa menarik lebih cepat kapal ke bawah,” jelas Ali.

Dikutip dari Tempo, Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut, Laksamana Muda Iwan Isnurwanto mengatakan jika kapal terkena internal solitary wave maka, itulah kehendak alam.

“Tentunya para prajurit tidak bisa melakukan peran kedaruratan walaupun mereka sudah siap berada di pos tempurnya masing-masing,” kata Iwan.

Baca juga: Begini Kondisi Terkini Jenazah Awak Kapal Selam KRI Nanggala 402 di Dasar Laut Perairan Bali Utara

Sementara itu, Ahli Oseanografi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Adi Purwandana mengatakan, Selat Lombok termasuk lokasi di Indonesia yang kerap tertangkap citra satelit terjadi internal solitary wave.

  • Bagikan