Tak Berdaya Bunga Septya Ungkap Nama Didik, Kos Sanur pun Digerebek

  • Bagikan
Tak Berdaya Bunga Septya Ungkap Nama Didik, Kos Sanur pun Digerebek
Ilustrasi.
KEMBARA.ID, DENPASAR- Kedok Didik Sucipto (40) terungkap setelah Bunga Septya Erita Putri ‘buka-bukaan’ menyebut namanya.

Bisnis haram yang digawangi pria asal Banyuwangi, Jawa Timur itu terungkap saat Bunga ditangkap di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Bunga yang baru saja tiba dari Malaysia diketahui membawa sabu-sabu seberat 291 gram netto.

Baca juga: Tim Medis RSUP Sanglah dan Putrinya Positif Virus Corona, 16 Kerabatnya Berstatus OTG

Baca juga: Indonesia Kembali Berduka: Seorang Perawat Wanita Berpulang Terpapar Virus Corona

Sabu-sabu itu disimpan Bunga di celana dalam yang dikenakannya.

Saat diinterogasi, Bunga mengaku barang haram itu milik Didik.

Dirinya hanya dititipkan untuk dibawa ke Bali dari Malaysia.

Polda Bali pun langsung melakukan pengembangan untuk mengungkap sosok Didik.

Didik pun berhasil diringkus di kamar kosnya di Sanur, Denpasar Selatan.

Baca juga: Perawat Ari Puspitasari: Rapid Test Non Reaktif Tapi Antibodinya Tak Muncul Terhadap Antigen Virus Corona, Ini yang Berbahaya!

Baca juga: Habib Bahar Bin Smith Buka Suara Soal Dirinya Ditangkap Lagi, Kembali Bikin Pernyataan Kontroversial

Polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 281,40 gram netto.

Tak hanya itu, Polisi juga mengamankan 60 butir ekstasi.

Didik juga mengakui bahwa barang haram yang didapati di tubuh Bunga adalah miliknya.

“Total barang yang dibeli 600 gram terbagi dalam 12 paket seharga Rp 125 juta,” jelas Jaksa Oka Ariani saat membacakan surat dakwaan pada persidangan virtual PN Denpasar dikutip dari Tribun Bali, Rabu (20/5/2020).

Baca juga: Bikin Haru, Penjual Jalangkote Korban Bully: Kumpul Rp 8 Ribu untuk Beli Susu dan Popok Adiknya

Penangkapan Bunga dilakukan pada 9 Februari 2020, kemudian disusul penangkapan Didik.

Bunga pun didakwa dalam berkas terpisah.

Atas perbuatannya, Didik dijerat pasal 113 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik, dan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik.

  • Bagikan