Setelah Ditegur Pejabat Pusat, Gubernur Koster Tegaskan Batasi Kegiatan Adat, Agama, dan Pemerintahan

Setelah Ditegur Pejabat Pusat, Gubernur Koster Tegaskan Batasi Kegiatan Adat, Agama, dan Pemerintahan
Walikota Denpasar Jaya Negara saat berbincang dengan Presiden RI Joko Widodo dan Gubernur Bali I Wayan Koster, Selasa 16 Maret 2021 di Denpasar. Foto/ist

Setelah Ditegur Pejabat Pusat, Gubernur Koster Tegaskan Batasi Kegiatan Adat, Agama, dan Pemerintahan

KEMBARA.ID, DENPASAR – Terbaru, Pemerintah Pusat telah menyampaikan ancaman varian terbaru mutasi virus COVID-19 yang ditemukan di RSUP Sanglah Denpasar, Bali.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, pada tanggal 3 Mei 2021, telah menyampaikan secara langsung hal itu kepada Gubernur Bali I Wayan Koster bahwa telah ditemukan dua orang positif COVID-19 yang terinfeksi varian baru mutasi virus COVID-19.

Baca juga: Dapat Teguran karena Maraknya Upacara Adat di Bali, Koster: Itu Sangat Beresiko

Gubernur Koster menyampaikan, satu orang mengalami positif akibat penularan varian baru dari Afrika Selatan dengan kode B.1.351; sedangkan satu orang positif akibat penularan varian baru dari Inggris dengan kode B.1.1.7.

Hal ini diketahui setelah beberapa sampel dari orang positif COVID-19 di RS Sanglah dilakukan pengujian oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Baca juga:

TERUNGKAP, Saat KRI Nanggala 402 Hilang Kontak Terjadi Pergerakan ‘Tak Biasa’ di Bawah Laut, Tergambar pada Citra Satelit Himawari-8

Untuk itu, pada Selasa 4 Mei Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan hal itu kepada awak media, sekaligus menegaskan pembatasan terkait kegiatan
adat, agama , pemerintahan , seni budaya, dan sosial.

Baca Juga:   Update Covid-19 Bali 28 September 2020, Ada 139 Pasien Sembuh Hari ini