Sekda Rai Iswara Buka Pameran dan Penerbitan Buku Denpasar dalam Kartun dan Karikatur

  • Bagikan
Sekda Rai Iswara Buka Pameran dan Penerbitan Buku Denpasar dalam Kartun dan Karikatur
Pameran dan penerbitan buku yang bertajuk “Denpasar dalam Kartun dan Karikatur” dibuka langsung oleh Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara didampingi Kadis Kebudayaan, I.GN Bagus Mataram. Turut hadir pula legenda hidup pendongeng Indonesia, Made Taro serta puluhan seniman di Lobby Kantor Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Jumat (14/8). FOTO Humas Denpasar
KEMBARA.ID,DENPASAR-Pameran dan penerbitan buku yang bertajuk “Denpasar dalam Kartun dan Karikatur” dibuka langsung oleh Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara didampingi Kadis Kebudayaan, I.GN Bagus Mataram.

Turut hadir pula legenda hidup pendongeng Indonesia, Made Taro serta puluhan seniman di Lobby Kantor Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Jumat (14/8).

Dalam pameran ini memamerkan karya dari 20 kartunis yang diselenggarakan selama 3 hari terhitung dari 14-16 Agustus 2020.

Kegiatan tersebut juga tetap mengutamakan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, jaga jarak dan selalu mencuci tangan.

Baca juga:

Peringati HUT Provinsi Bali Ke-62 di Badung, Wabup Suiasa: Momentum Revitalisasi Diri

Update Covid-19 Bali 14 Agustus 2020, Bertambah 53 Kasus, Klungkung Tertinggi

Rai Mantra: GTPP Harus Tetap Semangat

Sekda Kota Denpasar, AAN. Rai Iswara mengapresiasi pameran tersebut.

Pemerintah Kota Denpasar atas komitmen Walikota, IB. Rai Dharmawijaya Mantra bersama dengan Wakil Walikota IGN Jaya Negara dengan slogan “Denpasar sebagai Kota Kreatif dan Berbudaya” telah memberikan dan

mendorong ruang kreatif bagi masyarakat untuk berkreasi yang berguna bagi kemajuan kotanya maupun bangsa dan negara.

“Saya berharap pelaksanaan pameran ini dapat memotivasi seniman lain yang berada di Kota Denpasar.

Hidupnya atmosfer berkesenian, khusunya seni rupa di Kota Denpasar tentu dapat mendukung regenerasi penerus agar bisa melestarikan adat budaya dan kesenian untuk melaksanakan visi misi Kota Denpasar yaitu kota yang berwawasan budaya” ujar Rai Iswara.

Baca juga:

Setelah Intim dan Miras, Janda Cantik nan Kaya Dibunuh karena Bau Sperma di Sofa

Sosok Berbaju Ungu Telungkup di Aliran Subak Sudimara, Ternyata Jasad Ni Ketut Dani

Lebih lanjut dikatakan Rai Iswara, melalui karya-karya kartun para kartunis Kota Denpasar tidak hanya memposisikan kartun sebagai karya seni yang disenangi masyarakat,

tapi juga sebagai media kritik sosial yang bisa menjadi media komunikasi antar elemen masyarakat.

  • Bagikan