Prostitusi via MiChat: Suami Jual Istri, Istri Jual Adik Kandung, Tarif Rp 500 Ribu Sekali Check In

  • Bagikan
Prostitusi via MiChat: Suami Jual Istri, Istri Jual Adik Kandung, Tarif Rp 500 Ribu Sekali Check In
Ilustrasi.
Prostitusi via MiChat: Suami Jual Istri, Istri Jual Adik Kandung, Tarif Rp 500 Ribu Sekali Check In

KEMBARA.ID, MAJALENGKA- Kasus prostitusi online kembali terungkap di Majalengka. Uniknya, dalam kasus tersebut kerabat terdekat yang menjual para korban di aplikasi MiChat.

Polisi telah menetapkan pasangan suami istri berinisial H (35) dan istrinya, DA (29) sebagai tersangka.

Sedangkan korban diketahui berusia 14 tahun, korban merupakan adik kandung dari tersangka.

Baca juga: Gerebek Bandar Narkoba, Perwira Polisi Ditebas Pakai Parang, Senjata Dirampas, Lalu Pelaku Lepaskan Tembakan

Dari pengakuan tersangka, adiknya telah dua kali melayani pria hidung belang setelah dijual melalui aplikasi MiChat.

Kasat Reskrim, AKP Siswo DC Tarigan mengungkapkan, dari hasil penyelidikan diketahui sekali melayani pria hidung belang, tarif yang dipatok Rp 500 ribu.

Jika terjadi kesepakatan antara DA dan pria hidung belang maka, pria tersebut akan dipersilahkan untuk berkencan di kamar kos kawasan Kelurahan Majalengka Wetan, Kecamatan/Kabupaten Majalengka.

Baca juga: Misteri Sosok Mayat Tanpa Kepala di Sungai Petanu Gianyar, Keluarga Komang Ayu: Sebulan Kami Cari di Lokasi Itu, Tak ada Mayat

Dari tarif Rp 500 ribu, pelaku mendapatkan Rp 200 ribu dan Rp 300 ribu untuk korban.

Korban diajak menjadi pekerja seks komersial (PSK) oleh DA saat meminta uang jajan.

Setelah DA diamankan, pihak kepolisian menemukan fakta lainnya, dimana DA juga kerap dijual suaminya H lewat aplikasi yang sama.

Baca juga: DRAMATIS, Helikopter Pengangkut Jenazah Bharada Komang Diberondong Peluru

Kasus itu dialaminya sejak dua bulan lalu. Sekali melayani pria hidung belang dipatok tarif Rp 500 ribu.

Tarigan mengungkapkan, H menjajakan istrinya sebagai PSK karena kecewa setelah mengetahui fakta bahwa istrinya bekerja sebagai PSK.

“Dari menjajakannya itu, si suami menyebar foto-foto tak senonoh demi istrinya laku. Dijual dengan harga Rp 500 ribu,” jelas Tarigan dikutip dari TribunnewsBogor.com.

Pasangan suami istri itu kini dijerat dengan Pasal 88 UU RI No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Sub. Pasal 296 KUHP dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara.(*)

  • Bagikan
blank