Permintaan Refund Meningkat 10 Kali Lipat, 133 Ribu Penumpang Batal ke Bali, Total Transaksi Rp 317 M

Permintaan Refund Meningkat 10 Kali Lipat, 133 Ribu Penumpang Batal ke Bali, Total Transaksi Rp 317 M
Situasi di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali beberapa waktu lalu. Foto/kembara.id

KEMBARA.ID, DENPASAR-Permintaan refund (pengembalian transaksi) tiket tujuan ke Bali yang tercatat oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) pada Rabu (16/12/2020) sebanyak 133 tiket penumpang.

Jumlah ini meningkat 10 kali lipat dari kondisi normal saat refund.

Total dana yang dikembalikan maskapai kepada penumpang sebesar Rp 317 miliar.

Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani seperti disadur dari CNN Indonesia, menjelaskan refund tiket besar-besaran itu dampak dari kewajiban tes usap (swab) polymerase chain reaction (PCR)  bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Bali lewat jalur udara.

Aturan ini diumumkan Pemerintah Bali melalui Gubernur Bali I Wayan Koster pada Selasa (15/12/2020)

Dalam aturan itu juga termuat wisatawan yang melakukan perjalanan darat ke Bali wajib melakukan tes rapid antigen.

“Data yang kami olah sampai dengan tadi malam Rabu (16/12/2020), terjadi permintaan refund dari pembeli tiket sampai 133 ribu passenger, dan ini meningkat 10 kali lipat dibanding kondisi normal,” kata Hariyadi Sukamdani.

Dia mengatakan, data dari online travel agent (OTA) tercatat transaksi sebesar Rp 317 miliar.

“Dari online travel agent (OTA) big data-nya kira-kira berapa transaksi yang terdampak, data sampai tadi malam itu Rp 317 miliar,” ujarnya.

Baca Juga:   Kisah Pilu Perjuangan Agen Travel Jual Paket Tur Rp 50 Ribu