Nyoblos Dua Kali di TPS Berbeda, Wanita Penjual Tempe di Jembrana Terancam Penjara Enam Tahun

Nyoblos Dua Kali di TPS Berbeda, Wanita Penjual Tempe di Jembrana Terancam Penjara Enam Tahun
Y seorang ibu penjual tempe (kanan) di Pasar Lelateng diperiksa Bawaslu Kabupaten Jembrana, Senin (14/12/2020). Foto iNews TV/Sudika/sindonews

KEMBARA.ID, JEMBRANA-Seorang ibu berinisial Y penjual tempe di Pasar Lelateng, Jembrana Bali, ketahuan menyalurkan hak pilih sebanyak dua kali di TPS berbeda saat Pilkada Jembrana, 9 Desember 2020.

Penjual Y menggunakan hak pilih di TPS 09 dan TPS 08 di Kelurahan Lelateng.

Kejadian ini diketahui tiga orang saksi.

Sehingga Y diperiksa Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jembrana, beserta tiga saksi tersebut.

Atas perbuatannya, Y terancam hukuman enam tahun penjara karena melanggar Pasal 178 B Undang-undang Nomer 6 tahun 2020 tentang pilkada.

Seperti dikutip dari sindonews, Ketua Bawaslu Kabupaten Jembrana Pande Made Ady Muliawan mengatakan, saat pemilihan Y melakukan dua kali pencoblosan yakni di tempat pemungutan suara (TPS) 08 dan TPS 09 Kelurahan Lelateng.

Menurut dia, Gakkumdu Kabupaten Jembrana, langsung menangani temuan warga yang telah melakukan pencoblosan dua kali ini.

Baca Juga:   Jasad Tanpa Kepala Ditemukan di Sungai Petanu, Wayan Sumirat: Dari Celananya, Kami Yakin Itu Komang Ayu