Mulai Sekarang Jangan Buang Struk ATM Sembarangan, Polisi Ungkap Sindikat Rp 300 Juta

  • Bagikan
Mulai Sekarang Jangan Buang Struk ATM Sembarangan, Polisi Ungkap Sindikat Rp 300 Juta
Ilustrasi struk ATM. (Pixabay/sabinevanerp)
Mulai Sekarang Jangan Buang Struk ATM Sembarangan, Polisi Ungkap Sindikat Rp 300 Juta

KEMBARA.ID- Jangan pernah lagi menganggap remeh struk ketika melakukan transaksi di anjungan tunai mandiri (ATM).

Teranyar, Polda Sumatera Selatan berhasil mengungkap kasus pembobolan rekening di tiga bank.

Pembobolan itu berawal dari sampah struk ATM yang dipungut paraa pelaku.

Ada dua pelaku yang diamankan yaitu, Aziz Kunadi (36) asal Kabupaten Brebes dan Mujianto (34) asal Kabupaten Muko-muko, Bengkulu.

Baca juga:

Dua Orang Tewas di Jalan Raya Desa Telaga Buleleng, Warga Tak Berani Menyentuh

Pemain Layangan Jadi Tersangka, Ketut Sunardiya Disebut Bahayakan Orang Lain

Kepala Ayah Dilempari Batu karena Tak Beri Uang, Sampai di Kantor Polisi Sujud Minta Maaf

Keduanya ditangkap pada Sabtu (18/7/2020).

Penangkapan keduanya berawal dari laporan korban pada 12 September 2019.

Korban mengaku kehilangan uang dari rekeningnya Rp 116,5 juta.

Polisi pun melakukan penyelidikan mendalam terkait laporan tersebut.

Baca juga:

Update Covid-19 Bali 21 Juli 2020, Ada Tambahan 2 Pasien Meninggal Hari ini

Terjadi Pelanggaran Protokol Pemakaman Pasien Covid-19 di Buleleng, Pelayat Sentuh Kantong Jenazah

Mobil Hilux Terparkir di Pintu Tol, Mayat WNA Telungkup di Dalam Mobil

Kemudian diketahui, uang korban dikuras kedua pelaku menggunakan data palsu.

“Dokumen itu berhasil dibuat para tersangka ini dengan mengambil struk penarikan di setiap ATM. Di sana, mereka langsung membuat KTP dan buku tabungan milik korban untuk dipalsukan.

Lalu tersangka menarik uang di bank dengan modus ketinggalan ATM,” ungkap Kasubdit III Jatanras Ditreskrum Polda Sumatera Selatan, Kompol Suryadi dikutip dari Kompas.com, Senin (20/7/2020).

Kedua pelaku beraksi di tiga bank yaitu, Bank Lampung dengan kerugian Rp 70 juta, Bank Sultra Rp 120 juta, dan Bank Sumsel Babel Rp 116 juta.

Dalam menjalankan modusnya, keduanya berbagi peran.

Azis bertugas memalsukan dokumen korban.

  • Bagikan