Monitoring Ketahanan Pangan, Wabup Suiasa Panen Sayuran Hidroponik di BPP Abiansemal

  • Bagikan
Wakil Bupati Badung bersama anggota DPRD Badung IB Sunarta saat melaksanakan kegiatan monitoring ketahanan pangan di Desa Blahkiuh, Kamis (6/8). Foto Humas Badung.
Wakil Bupati Badung bersama anggota DPRD Badung IB Sunarta saat melaksanakan kegiatan monitoring ketahanan pangan di Desa Blahkiuh, Kamis (6/8). Foto Humas Badung.
KEMBARA.ID, BADUNG – Wakil Bupati Badung bersama anggota DPRD Badung IB Sunarta melaksanakan kegiatan panen sayuran di Rumah Hidroponik Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Abiansemal di Desa Blahkiuh, Kamis (6/8).

Kegiatan yang dalam rangka monitoring ketahanan pangan tersebut juga dihadiri oleh Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi, SIK didampingi Wakapolres Kompol Ni Putu Utariani, Kadis Pertanian dan Pangan I Wayan Wijana, Camat Abiansemal IB. Mas Arimbawa, para pekaseh, penyuluh pertanian serta instansi terkait.

Dalam kesempatan yang sama Wabup juga menyerahkan bibit cabai kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) serta bertatap muka (temu wicara) dengan penyuluh pertanian se-Badung sekaligus mendapat penjelasan mengenai sayuran hidroponik dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Ir. I Made Suparsa bersama Kepala BPP Abiansemal Rai Parwata.

Usai panen sayur, Wabup Suiasa menyatakan bahwa Pemkab Badung berkomitmen mengembangkan pertanian hidroponik yang hanya membutuhkan lahan yang terbatas juga sebagai upaya meningkatkan urban farming.

Baca juga:

Pilkada Badung 2020: KPU Minta Rekomendasi SMSI Bali untuk Sosialiasi lewat Media Online

Tragis, Kata-kata ini ‘Bakar’ Amarah Sang Dosen, Nyawa Perawat Intan Melayang di Jalanan

Nikahi Dua Pacar Sekaligus, Ternyata ini Pekerjaan Duda Asal Buleleng, Miliki Jadwal Tidur

Kisah Sukartayasa, Duda Asal Buleleng Nikahi Dua Pacarnya Sekaligus

“Ini sebagai upaya meningkatkan dampak ekonomis sampingan, karena tidak butuh modal dan lahan begitu banyak,” jelasnya.

Dengan pengembangan pertanian hidroponik, Suiasa ingin mendorong generasi muda terjun ke pertanian, khususnya pertanian organik.

Sehingga generasi muda pikirannya tidak hanya berorientasi pada sektor pariwisata semata, namun mulai melirik sektor pertanian. “Ini konsepnya ramah lingkungan, pertanian, ekonomis, juga pariwisata kita berdayakan. Jadi generasi muda kita akan dorong untuk terjun ke pertanian.

Tindaklanjutnya nanti komunitas pemuda akan kami ajak ke tempat seperti ini.

Sehingga mereka tidak hanya mengandalkan teori, dan dapat berinteraksi langsung dengan petani, sehingga meningkatkan daya tarik dan keinginan mereka untuk bertani,” terangnya.

  • Bagikan