Lapangan Lumintang Denpasar Jadi Fokus Perbekel Dauh Puri Kaja, Diawasi Hingga Tengah Malam

  • Bagikan
Lapangan Lumintang Denpasar Jadi Fokus Perbekel Dauh Puri Kaja, Diawasi Hingga Tengah Malam
Aparat gabungan Desa Dauh Puri Kaja melakukan sosialisasi dan pengawasan protokol kesehatan seta penerapan jam malam di Lapangan Lumintang. Foto Humas Denpasar.
KEMBARA.ID,DENPASAR-Ruang publik di Kota Denpasar menjadi fokus utama pengawasan oleh Gugus Tugas Bersama jajaran, serta aparat desa selama penerapan tatanan kehidupan baru di era pandemi covid-19.

Satu diantara ruang publik yang menjadi fokus perhatian yakni ruang publik Taman dan Lapangan Lumintang Denpasar.

Aparat desa dan tim gabungan Perbekel Dauh Puri Kaja rutin melakukan pengawasan dan sosialisasi terkait protokol kesehatan di lokasi tersebut.

Lokasi ini yang kerap dikunjungi masyarakat, sehingga harus diawasi ketat.

Baca juga:

35 Desa/Kelurahan di Denpasar Nihil Kasus,10 Kasus Positif Baru Terjadi di Delapan Wilayah

Berjualan di Traffic Light, Dua Pedagang Kaki Lima Disidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Ini Besaran Denda yang Harus Dibayar

Update Covid-19 Di Denpasar 8 Agustus, Hanya Bertambah Delapan Kasus Positif di Empat Desa/Kelurahan ini

Langkah antisipatif yang dilakukan seperti sosialisasi mengenai disiplin protokol kesehatan, agar warga tetap waspada, sekaligus mengajak bersama menanggulangi penyebaran covid-19.

Pada Jumat malam (9/8) Perbekel Desa Dauh Puri Kaja, I Gusti Ketut Sucipta, ST melibatkan Banisa, Babinkantibmas, Linmas hingga pecalang setempat melaksanakan sosialisasi kepada pengunjung di lapangan Lumintang.

“Kami rutin melaksnakan sosialisasi protokol kesehatan di lingkungan desa, terlebih kawasan Lapangan Lumintang yang menjadi salah satu kawasan desa kami agar nantinya masyarakat dapat tetap waspada dalam menanggulangi penyebaran covid-19,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima kembara.id.

Lebih lanjut disampaikan lokasi lapangan Lumintang kerap dijadikan tempat berkumpul masyarakat, dan  arena berolahraga.

Disamping itu kerap dijadikan lokasi kumpul dan nongkrong anak muda dan beberapa komunitas motor.

Sehingga perlu melakukan sosialisasi dan mengingatkan  untuk selalu disiplin dalam penggunaan masker dan jaga jarak.

“Kami juga memberikan teguran jika melihat pemuda -pemudi yang berkumpul serta mewaspadai konsumsi minuman keras,” ujarnya.

Langkah ini menurutnya, selain mewaspadai penyebaran covid-19, juga mengurangi tindak kriminal terlebih kegiatan atau aksi yang kemungkinan dilaksanakan hingga larut malam.

  • Bagikan