Kronologi Ayah Cabuli Anak Kandung, Pelaku Minta Korban Buka Handuk, Disitu Terjadi

Kronologi Ayah Cabuli Anak Kandung, Pelaku Minta Korban Buka Handuk, Disitu Terjadi
Ilustrasi pencabulan ayah terhadap anak kandung. Foto/kumparan.com

“Melalui gelar perkara. Penyidik sudah yakin dengan bukti yang dikantongi. Pelaku sudah ditetapkan sebagain tersangka,” katanya.

Dengan perbuatan pelaku paruh baya 65 tahun itu dijerat pasal 76 E Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Juncto pasal 82 ayat (2) Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun.

Putu Sri Tewas di Jalanan Denpasar-Gilimanuk, Darah Keluar dari Mulut Korban

Bandar Narkoba Terjun ke Danau Berlumpur dengan Tangan Diborgol, Polisi Kira Tewas, Ternyata Lolos dengan Cara ini

Pelaku Tak Mengakui Setubuhi Anak Kandung

Pelaku kejahatan seksual AA berusia 65 tahun tidak mengakui perbuatannya di hadapan polisi dan awak media.

Ia tak menyampaikan kejadian sebenarnya seperti kronologi kejadian.

Menurut dia tak mungkin kejahatan seksual ini dilakukan terhadap anak kandung.

Pelaku menyampaikan hal ini ketika dihadirkan dalam release Polresta Mataram.

Meski tak mengakui kesalahan, polisi telah menetapkan dirinya sebagai tersangka dengan sejumlah alat bukti yang tak bisa disangkal.

“Tidak, masak sama anak kandung sendiri,” ujar pelaku menyangkal.

Rasa penyesalan tidak terlihat di wajah pelaku. Ia justru membeberkan, bahwa sudah lama tidak bertemu anaknya.

“Dia mau masuk perguruan tinggi dan minta kebutuhannya. Dia minta handphone, minta uang untuk les. Sudah itu saja,” kata pelaku AA.

Meski dihadapan awak media pelaku menyampaikan hal ini, tidak memengaruhi status tersangkanya yang telah ditetapkan kepolisian.

Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi menegaskan tak masalah pengakuan pelaku AA seperti itu, karena polisi memegang alat bukti.

Baca Juga:   Karyawan dan Direktur Bali United Youth di PHK, Begini Tanggapan Coach Teco

“Kita punya bukti. Tidak masalah,’’ tegas Kombes Pol Heri Wahyudi. (*)