KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam, Tim Bersiap Evakuasi Medis Awak Kapal yang Kemungkinan Selamat

  • Bagikan
KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam, Tim Bersiap Evakuasi Medis Awak Kapal yang Kemungkinan Selamat
Kapal Selam Nanggala-402 dinyatakan tenggelam. Foto ist Sindonews. com
KEMBARA.ID, DENPASAR– KRI Nanggala 402 akhirnya dinyatakan tenggelam setelah tiga hari dilakukan pencarian sejak Rabu 21 April 2021 di perairan Bali.

Kapal selam buatan Jerman tahun 1977 ini di deteksi oleh Kapal Selam TNI AL, tenggelam di kedalaman 850 meter akibat retakan besar.

Beberapa fakta dan bukti yang ditemukan membuat status kapal tersebut berubah dari submiss (kapal selam tenggelam) menjadi subsunk (kapal selam hilang).

Berikut sederet fakta tenggelamnya KRI Nanggala-402, seperti dirangkum dari Kompas.com, Minggu 25 April 2021.

  1. Status meningkat dari submiss menjadi subsunk (kapal tenggelam).
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengatakan, dengan adanya bukti otentik Nanggala, maka pada saat ini kita isyaratkan dari submiss menjadi subsunk.

Bukti otentik yang ditemukan yakni alas yang biasa dipakai untuk shalat, spons atau busa sebagai penahan panas agar tidak terjadi kondensasi pada ruang bertekanan hingga komponen pelurus tabung torpedo.

Kemudian pembungkus pipa pendingin bertuliskan keterangan berbahasa Korea, cairan dalam botol oranye yang berisi oli pelumas periskop, serta bukti cairan solar.

  1. Terjadi Retakan Besar
Yudo Margono membeberkan kapal selam ini tenggelam bukan karena ledakan tapi karena retakan kapal yang cukup besar.

“Bukan ledakan, kalau ledakan ambyar semua,” ujarnya.

Retakan terjadi secara bertahap di tiap tingkat kedalaman.

“Karena retakan jadi secara bertahap di bagian tertentu, dia turun ada fase-fase dari kedalaman 300 m, 400 m, 500 m ada keretakan,” kata Yudo.

Menurut dia akibat keretakan tersebut, barang – barang dalam kapal keluar.

“Barang-barang ini sebenarnya ada di dalam. Apalagi yang pelurus torpedo keluar berarti terjadi keretakan besar,” ujarnya.

  1. Terdeteksi di Kedalaman 850 Meter
Sejumlah kekuatan telah dikerahkan baik dari dalam negeri dan bantuan negara tetangga. Pencarian tersebut berhasil mendeteksi kapal tersebut di kedalaman 850 meter.

“Unsur-unsur kita yang melaksanakan pendeteksian dan unsur-unsur lain akan berusaha keras, karena kedalaman laut yang dideteksi adalah kedalaman 850 meter,” kata Yudo.

  • Bagikan
blank