Korban Dugaan Penipuan Tenaga Kerja Asal Flotim Mengadu ke LPSK, Sering Diintimidasi dan Dirayu Cabut Laporan Polisi

  • Bagikan
Korban Dugaan Penipuan Tenaga Kerja Asal Flotim Mengadu ke LPSK, Sering Diintimidasi dan Dirayu Cabut Laporan Polisi
Kuasa hukum dari Divisi Hukum dan Advokasi PENA NTT Charlie Usfunan, SH, M.Hum dan Yulius Benyamin Seran, SH, bersama anak - anak korban dugaan penipuan tenaga kerja asal Flores Timur (Flotim) saat menyampaikan rencana pengaduan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Renon, Sabtu (29/8). Foto ist.
KEMBARA.ID, DENPASAR-Lima orang korban penipuan asal Kabupaten Flores Timur (Flotim) mengaku diintimidasi oleh pihak Lembaga Pendidikan dan Keterampilan (LPK) Darma Bali.

Intimidasi itu terkait pengaduan para korban di Polresta Denpasar, pada Selasa (18/8) lalu.

Mereka adalah Magdalena M J Letor, Servasius Yubileum Bily, Emanuel Kedang, dan Hermanus Wika Hera dan Laurensius Diaz.

Dugaan penipuan itu dilakukan oleh LPK Darma Bali dengan modus magang ke luar negeri yakni ke Jepang dan Taiwan.

Namun hingga saat ini para korban tak kunjung berangkat.

Sejak mereka direkrut tahun 2018 sampai sekarang para korban tertahan di Bali tanpa ada kejelasan. Sementara mereka sudah mengeluarkan uang dalam jumlah besar.

Baca juga:

Hari ini Ada Tambahan 3 Pasien Meninggal Dunia, Berikut Update Covid-19 Bali 30 Agustus 2020

Gubernur Koster Disebut Reinkarnasi Mpu Kuturan Semasa Raja Sri Dharma Udayana Warmadewa

Di Denpasar, Kasus Sembuh Harian Melonjak 14 Orang, Kasus Positif 11 Orang

Apresiasi Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar, Gubernur Wayan Koster: Klasik dan Bagus

“Kami sudah mengumpulkan uang puluhan juta. Orangtua kami pinjam di Bank BRI Cabang Larantuka.

Ada di antara orang tua kami gadai sertifikat tanah.

Nyatanya sampai saat ini tidak jelas. Makanya kami lapor ke Polresta Denpasar,” ungkap salah seorang korban, Laorensius Diaz Riberu dikonfirmasi, Sabtu (29/8).

Salah seorang korban bernama Magdalena MJ Letor mengatakan, ada yang sering menelponnya dari LPK Darma.

Letor bersama beberapa temannya sering ditelepon untuk diminta mencabut laporan pengaduan masyarakat di Polresta Denpasar.

Bahkan, pesan WA, oknum LPK Darma mengirimkan form surat pencabutan laporan di Polresta Denpasar.

Hal serupa juga dilakukan kepada para korban lainnya.

“Karena saya tidak segera jawab, dia minta saya agar share lokasi agar dia bisa datang ke tempat saya. Saya sangat takut,” urainya.

Laporan pengaduan masyarakat itu berawal dari laporan berupa pengaduan di Polresta Denpasar, dimana Diaz bersama 4 orang lainnya, Magdalena M J Letor, Servasius Yubileum Bily, Emanuel Kedang, dan Hermanus Wika Hera sering diintimidasi.

  • Bagikan