Kontak Senjata TNI-Polri dan OPM Memanas, Warga Indonesia Diminta Tinggalkan Papua, Jika Tidak Bakal Ditembak

  • Bagikan
Kontak Senjata TNI-Polri dan OPM Memanas, Warga Indonesia Diminta Tinggalkan Papua, Jika Tidak Bakal Ditembak
Kontak Senjata TNI-Polri dan OPM Memanas, Warga Indonesia Diminta Tinggalkan Papua, Jika Tidak Bakal Ditembak. Foto/ist CNNIndonesia.com
Kontak Senjata TNI-Polri dan OPM Memanas, Warga Indonesia Diminta Tinggalkan Papua, Jika Tidak Bakal Ditembak

KEMBARA.ID, PAPUA –Kontak senjata antara gabungan pasukan TNI-Polri dan Organisasi Papua Merdeka-Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) terus terjadi belakangan ini.

Korban meninggal dunia berjatuhan dari kedua pihak dan warga sipil di lokasi baku tembak.

Terbaru, lima warga sipil tertembak di di Kabupaten Puncak, Papua.

Karena konflik baku tembak yang kian memanas, TPNPB-OPM mengeluarkan peringatan resmi kepada warga Indonesia yang sementara bekerja di Papua.

Terutama bagi warga yang bekerja di tiga wilayah kabupaten di Papua yakni Puncak, Intan Jaya, dan Ndugama.

OPM juga telah menetapkan Puncak Ilaga, Papua sebagai medan pertempuran melawan pasukan gabungan TNI-Polri.

“Melihat situasi Konflik bersenjata di Kabupaten Puncak Papua, Intan Jaya dan Ndugama, maka kami dari Pengendali Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM mengeluarkan peringatan tegas kepada semua Imigran Indonesia yang mencari makan di negeri milik bangsa Papua agar segera tinggalkan wilayah konflik bersenjata,” demikian peringatan disampaikan juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom dari keterangan resmi kepada CNNIndonesia.com, Minggu 6 Juni 2021 dilansir kembara.id.

Sebby menegaskan ultimatum ini serius pagi para warga yang tidak mengindahkan.

OPM bahkan akan menembak para pekerja Indonesia yang masih tetap bertahan di sana.

“Masyarakat yang tidak mengindahkan peringatan Pimpinan dan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, maka risiko silakan tanggung sendiri,” tegas dia. (*)

  • Bagikan