Bertambah Dua Kasus Positif Covid-19 Pada Hari Pertama PKM Kota Denpasar

  • Bagikan
Bertambah Dua Kasus Positif Covid-19 Pada Hari Pertama PKM Kota Denpasar
Penerapan PKM di Pos Pantau Terpadu simpang Jalan Gatot Subroto-Jalan Kebo Iwa, Denpasar. (Istimewa)
KEMBARA.ID, DENPASAR- Tepat hari pertama pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Denpasar Jumat (15/5/2020) terjadi penambahan dua kasus positif Covid-19.

Dengan penambahan dua kasus itu maka, kasus positif Covid-19 di Denpasar menjadi 65 orang, sembuh 49 orang, dan 14 orang dalam perawatan.

Korban meninggal sebanyak dua orang.

Hal ini diakui Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai.

Dua orang yang dinyatakan positif pada hari pertama PKM, berasal dari transmisi lokal, dan imported case. 

Keduanya tinggal di daerah Desa Dangin Puri Klod yang merupakan anak dari pasien yang sebelumnya terlebih dahulu dinyatakan positif covid-19.

Baca juga: Pergoki Istri Berduaan Bareng Serda HA di Ranjang, Bripka HER Tembak Keduanya

Baca juga: Giri Prasta: Kalau Kegiatan Masyarakat Dibatasi, Ya Harus Ditanggung Kebutuhannya!

Sedangkan satu lagi yang tinggal di wilayah Kelurahan Pedungan memiliki riwayat datang dari daerah terjangkit.

“Kami mendapatkan laporan bahwa ada penambahan kasus positif di Kota Denpasar, yang bersangkutan tertular dari ayahnya atau transmisi lokal, dan satu lagi memiliki riwayat datang dari daerah terjangkit atau imported case,” kata Dewa Rai.

Grafik kasus positif di Denpasar landai bukan berarti bebas kasus covid-19.

Justru, keberadan Orang Tanpa Gejala (OTG) hasil tracking Tim Gugus Tugas Covid-19 bersama Desa/Lurah masih menjadi catatan bersama untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

Hal inilah juga yang mendasari penerapan PKM di Kota Denpasar hingga 30 Mei 2020 mendatang.

Baca juga: 5 Fakta Kasus Penembakan Serda HA Bareng Istri Bripka HER di Makassar, Keduanya Masih Saudara

Baca juga: BREAKING NEWS: 7 Penjual Surat Keterangan Bebas Corona Palsu di Gilimanuk Diciduk Polisi

“Keberadaan Orang Tanpa Gejala (OTG) ini yang mesti diwaspadai dan menjadi ancaman bagi kesehatan dan keselamatan masyarakat dalam masa pandemi,” katanya.

Dia menambahkan, hasil tracking tim surveilence satgas covid-19 Kota Denpasar hari ini (Jumat 15/5/2020), ditemukan 9 kasus orang yang berstatus OTG, karena yang bersangkutan pernah dan melakukan kontak erat dengan pasien yang positif covid-19.

  • Bagikan