Hari Pertama New Normal di Bali Kamis 9 Juli, Gubernur Koster Kunjungi Objek Wisata di Gianyar, Klungkung dan Badung

Hari Pertama New Normal di Bali Kamis 9 Juli, Gubernur Koster Kunjungi Objek Wisata di Gianyar, Klungkung dan Badung
Gubernur Bali I Wayan Koster memimpin rapat terkait new normal di Bali bersama Forkopimda Bali, Selasa (7/7/2020). Foto Humas Pemprov Bali

KEMBARA.ID, DENPASAR- Penerapan new normal atau era kehidupan baru ditengah pandemi Covid-19 mulai dijalankan di Provinsi Bali, Kamis (9/7/2020).

Hari pertama new normal ini akan ditandai dengan kunjungan Gubernur Bali I Wayan Koster dan Forkopimda ke beberapa objek wisata yang terletak di Klungkung, Gianyar dan Badung.

“Besok (Kamis 9/7/2020) Gubernur bersama Forkopimda akan melaksanakan peninjauan lapangan terkait penerapan protokol tata kehidupan era baru. Beberapa objek yang akan dituju diantaranya Bali Safari Marine Park di Gianyar, Kertagosa di Klungkung, Mall Beachwalk dan pantai Kuta, Badung,” ungkap Dewa Indra dalam keterangan tertulis yang diterima kembara.id.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Bali telah menggelar Upacara Pamahayu Jagat dalam rangka Penerapan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru di Bali bertepatan dengan Purnama Kasa, Minggu (5/7) di Pura Agung Besakih.

Dua hari kemudian, Selasa (7/7) dilanjutkan melaksanakan rapat yang diikuti Bupati/Walikota, Wakil Ketua DPRD dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) se-Bali di Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar.

Seluruh peserta menyepakati untuk secara resmi melaksanakan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru mulai Kamis (9/7).

Untuk memastikan Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru berjalan dengan baik, maka Kamis (9/7) besok Gubernur Bali bersama Forkopimda akan melaksanakan peninjauan langsung ke sejumlah objek wisata.

Sebelumnya, Gubernur Bali telah mengeluarkan surat edaran Nomor 3355 Tahun 2020 tentang Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru. Hal ini diungkapkan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Rabu (8/7/2020) siang di Denpasar.

Baca Juga:   Harga Emas Hari ini Rp 956 Ribu per Gram, Harga Buy Back Rp 856 Ribu