Gegara Utang, Pria Asal Jember Nekat Pukul Kepala Sri dengan Tabung Gas di Sanur, Dituntut 13 Tahun Penjara

  • Bagikan
Gegara Utang, Pria Asal Jember Nekat Pukul Kepala Sri dengan Tabung Gas di Sanur, Dituntut 13 Tahun Penjara
ilustrasi aniaya
KEMBARA.ID, Basori Arifin (24) dituntut penjara selama 13 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus penganiayaan yang mengakibatkan Sri Widayu tewas.

Kejadian ini terjadi pada 2 Februari 2021 sekitar pukul 20.30 Wita di Warung Jawa Barokah, Jalan By Pass Ngurah Rai, Sanur, Denpasar Selatan.

Kala itu, terdakwa bersama istri serta anaknya datang ke warung milik korban untuk menagih utang yang diketahui belum dilunasi oleh korban.

Korban yang belum memiliki uang pun menjawab dengan nada tinggi. Hal ini memicu amarah terdakwa.

Istri terdakwa pun berusaha menengahi dan kembali bertanya kapan korban bisa membayar utangnya.

Korban yang terus didesak pun pun marah dan akhirnya menampar istri terdakwa.

Melihat kejadian tersebut, terdakwa meminta istri dan anaknya keluar dari warung.

Terdakwa pun mengambil helm dan memukul kepala depan korban sebanyak satu kali.

Korban yang mendapat pukulan di kepala pun masuk ke dalam warung.

Terdakwa yang masih kesal pun mengikuti dan kembali memukul kepala korban sebanyak dua kali hingga helm pecah dan terlepas dari tangan terdakwa.

Terdakwa yang masih kesal pun kemudian mencekik leher korban dan memukul korban sebanyak lima kali menggunakan tangannya.

Korban sempat melawan dengan menggigit jari terdakwa.

Istri terdakwa pun masuk ke warung dan sempat melerai keributan tersebut.

Korban yang takut pun berteriak meminta bantuan, terdakwa kembali memukul muka korban sebanyak satu kali.

Korban pun mundur dan sempat melontarkan ancaman kepada terdakwa.

Terdakwa kemudian mendorong korban hingga jatuh membentu lemari.

Korban yang terus berteriak pun membuat terdakwa mengambil tabung gas ukuran 3 kg dan langsung memukul kepala korban.

Setelah korban tidak berteriak, terdakwa mengambil uangnya yang sempat terjatuh dan pergi bersama istri serta anaknya meninggalkan tempat kejadian.

Tiga hari usai kejadian, terdakwa akhirnya ditangkap pihak kepolisian di Bondowoso, Jawa Timur.

  • Bagikan