Fenomena Awan Payung di Puncak Gunung Agung, BMKG Angkat Bicara

  • Bagikan
Fenomena Awan Payung di Puncak Gunung Agung, BMKG Angkat Bicara
fenomena awan Lenticularis di Puncak Gunung Agung, Jumat (22/05/2020) (Foto Istimewa: IG @punapibali)
KEMBARA.ID – Dua hari terakhir ini warga Bali dibikin kagum dengan penampakan puncak Gunung Agung yang diselimuti awan.

Beredar beberapa video dan foto-foto yang memperlihatkan puncak Gunung Agung diselimuti awan berbentuk seperti payung.

Sejumlah akun sosial media di Bali ramai-ramai membagikan video dan gambar-gambar tersebut hingga memancing spekulasi di tengah masyarakat.

https://www.instagram.com/p/CAglDP5D0wA/
Menanggapi hal tersebut, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar akhirnya angkat bicara.

Fenomena ini bukan hal baru melainkan sudah sering terjadi, bukan hanya di Gunung Agung tetapi juga di gunung-gunung lainnya.

Kepala BMKG Wilayah III Denpasar, Iman Faturahman dikutip dari Tribun Bali menyebut ini merupakan pertanda terjadinya gelombang gunung.

Ia mengatakan fenomena awan ini disebut juga Awan Lenticularis.

Iman Faturahman menjelaskan Awan lenticularis terjadi karena adanya hembusan angin yang membawa uap air bergerak secara horizontal kemudian mengalami hambatan oleh objek tertentu seperti gunung.

https://www.instagram.com/p/CAgs-E1FnW_/
Karena mendapat hambatan, angin tersebut kemudian berubah gerakan menjadi vertikal dan naik ke puncak gunung.

Setelah berada pada suhu tertentu (titik embun), uap air yang dibawa angin ke puncak berubah menjadi awan yang pada akhirnya menyelimuti puncak gunung.

setelah beberapa saat awan itu akan hilang seiring dengan turunnya angin melalui sisi yang lain dari gunung tersebut.

“Awan Lenticularis terbentuk pada bagian sisi arah datangnya angin di puncak gunung dan akan menghilang di sisi turunnya angin,” jelas Iman Faturahman dikutip dari Tribun Bali. (*)

  • Bagikan