Enam Gadis Dipaksa Layani Pria Mesum di Panti Pijat, Usia Mereka Masih Belia

  • Bagikan
Enam Gadis Dipaksa Layani Pria Mesum di Panti Pijat, Usia Mereka Masih Belia
Ilustrasi prostitusi online. (DOK POLDA SULUT)
KEMBARA.ID, CIBINONG- Kasus prostitusi yang melibatkan gadis belia kembali terungkap.

Kali ini Polres Bogor menggerebek prostitusi terselubung berkedok panti pijat di kawasan Cibinong, Cileungsi, dan Ciawi.

Penggerebekan itu dilakukan dengan sandi Operasi Pekat 2020.

Baca juga: Update Virus Corona di Denpasar: Satu Dokter Positif Virus Corona, Perempuan Berusia 26 Tahun

Baca juga: 2.291 Orang Masuk Bali via Pelabuhan Gilimanuk

Enam gadis belia berhasil diamankan Polisi.

Polisi juga mengamankan mucikari dan pemilik panti pijat.

“Enam korban berhasil diselamatkan. Usia mereka rata-rata masih belia,” jelas Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy dikutip dari Tribun Jabar, Jumat (22/5/2020).

Kedua tersangka dijerat pasal Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan ancaman hukuman pidana penjara di atas 5 tahun.

Baca juga: Walikota Pura-pura Mati dan Tidur di Peti Mayat, Digerebek Saat Pesta Miras

Baca juga: Menteri Perhubungan Jawab Surat Gubernur Koster Terkait Pengendalian Orang Masuk Bali

Siapkan Dua hingga Tiga PSK Sekali Kencan

Kasus prostitusi di Surabaya berhasil menarik perhatian publik.

Pasalnya, sang mucikari memiliki anak buah sebanyak 600 orang.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menjelaskan, Mami Lisa juga menyiapkan layanan dua hingga tiga PSK sekali kencan.

Karena layanan tersebut melibatkan beberapa anak buahnya, maka tarifnya pun terbilang mahal.

Baca juga: Indonesia Kembali Berduka: Seorang Perawat Wanita Berpulang Terpapar Virus Corona

Baca juga: Perawat Ari Puspitasari: Rapid Test Non Reaktif Tapi Antibodinya Tak Muncul Terhadap Antigen Virus Corona, Ini yang Berbahaya!

“Kalau layanan dua sampai tiga cewek Rp 10 juta – Rp 25 juta,” kata Sudamiran.

Untuk memaksimalkan bisnis haramnya, Mami Lisa menawarkan anak buahya melalui aplikasi Facebook dan WhatApp.

Pada WhatsApp, pihaknya membuat sebuah grup khusus.

Untuk menjadi anggota grup WhatsApp, pelanggan minimal telah memesan layanan prostitusinya sebanyak dua kali.

Lewat kedua aplikasi itulah, Mami Lisa menyebarkan 600 foto PSK-nya dengan pose-pose ‘berani’.

  • Bagikan