Empat Ajudan Positif Covid-19, Wayan Koster: Saya Mohon Ikuti Kebijakan Pemerintah

  • Bagikan
Empat Ajudan Positif Covid-19, Wayan Koster: Saya Mohon Ikuti Kebijakan Pemerintah
Gubernur Bali, Wayan Koster saat meninjau Gedung Dharma Negara Alaya Kota Denpasar disela pelaksanaan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung MDA Kota Denpasar, Sabtu (29/9). FOTO Humas Denpasar.
KEMBARA.ID, DENPASAR-Gubernur Bali I Wayan Koster membeberkan hal sesungguhnya yang terjadi di rumah jabatan Gubernur Bali Jayasabha Jalan Surapati Denpasar.

Menurut Gubernur Koster, lebih dari 20 pegawai yang bekerja di rumah jabatan terpapar positif Covid-19. Termasuk didalamnya empat orang ajudannya.

Ia menyampaikan empat orang ajudan yang melekat setiap hari bersamanya juga terpapar posifit Covid-19.

Namun dua diantaranya telah sembuh.

“Ajudan saya empat. Empat-empatnya kena (positif Covid-19),” kata Gubernur Koster seperti dikutip dari Radarbali.jawapos.com, Kamis (24/9).

Ia menambahkan, yang dua orang ajudan sudah sembuh, dan yang dua masih dikarantina.

“Jangan anggap main-main (Covid-19). Saya mohon ikutilah kebijakan pemerintah,” tegas Gubernur Koster.

Politisi PDI Perjuangan ini menyampaikan kondisi di rumah jabatannya, ketika acara digitalisasi pembayaran kawasan wisata dan soft launching website pasar se-Bali di Bedugul, Tabanan Kamis (24/9).

“Karena terus terang saja, saya buka sudah di sini, itu di lingkungan wilayah saya, di tempat tinggal saya, rumah dinas di Jayasabha itu lebih dari 20 orang positif Covid,” ungkap Gubernur Koster.

Lebih dari 20 pegawai itu, termasuk para pramusaji, tukang kebun dan masih banyak petugas lainnya.

Untuk itu, selaku kepala daerah, ia terus berusaha mendorong warganya agar patuh menjalankan protokol kesehatan.

“Saya terus bekerja keras untuk mendorong masyarakat agar tertib dan disiplin menjalani protokol kesehatan,” ujarnya.

Warga harus disiplin menggunakan masker, jaga jarak, dan selalu cuci tangan di air mengalir.

“Menggunakan masker, jaga jarak dan selalu cuci tangan.

Dari semua protokol ini, berkerumun itu paling susah dihindari,” katanya.(*)

  • Bagikan