Distributor Rapit Tes Antigen Ilegal Omset Rp 2,8 M Dibongkar, Seminggu Jual 400 Boks, Beredar di Lokasi ini

  • Bagikan
Distributor Rapit Tes Antigen Ilegal Omset Rp 2,8 M Dibongkar, Seminggu Jual 400 Boks, Beredar di Lokasi ini
Ilustrasi rapit tes antigen. Foto/ist
Distributor Rapit Tes Antigen Ilegal Omset Rp 2,8 M Dibongkar, Seminggu Jual 400 Boks, Beredar di Lokasi ini

KEMBARA.ID, DENPASAR-Setelah membongkar kasus alat rapit tes antigen bekas, kini polisi berhasil membongkar perdagangan alat rapit tes antigen ilegal beromset Rp 2,8 M.

Aktor dibalik praktik ilegal ini yakni pria berinisial SPM (34) yang berperan sebagai distributor sekaligus sales alat kesehatan ini.

Kasus tersebut mulai terungkap sejak adanya informasi peredaran alat rapid test tanpa izin edar Januari lalu.

Baca juga: Kisah Pilu WNA Italia, Jatuh Miskin dan Jadi Pengemis di Bali, Usaha di Canggu Tinggal Kenangan

Masyarakat pun telah menggunakan alat ilegal tersebut.

Aparat Polda Jateng melakukan penyelidikan.

Aparat menyamar sebagai pembeli, dan mereka berhasil menemukan kurir yang membawa 25 boks yang masing-masing berisi 25 alat tes tanpa izin edar.

Baca juga: Dapat Teguran karena Maraknya Upacara Adat di Bali, Koster: Itu Sangat Beresiko

Tiga merek alat tes rapid antigen yang diduga tanpa izin edar tersebut adalah ‘Clungene’, ‘Hightop’, dan ‘Speedchek’.

Selain itu ada juga beberapa benda yang diduga tidak memiliki izin edar seperti pulse oximeter, oximeter IP22, dan 59 pack masing-masing berisi 100 pcs stik swab.

Baca juga: Viral Foto Wanita Pengirim Sate Maut di Tahanan, Kenakan Daster Tak Berlengan dan Tingginya di Atas Lutut

Setelah menangkap kurir tersebut, polisi melakukan pengembangan, penggeledahan dan penyitaan dari pengirim berinisial SPM di Jalan Perak, Kwaron, Kecamatan Genuk, Kota Semarang.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi, seperti kembara.id melansir dari detiknews, menjelaskan informasi awal diterima dari masyarakat yang telah menggunakan alat ilegal tersebut. Kemudian polisi menyita 450 pack dari pelaku.

Irjen Luthfi menegaskan jangan main-main jika tidak memiliki izin, dan jangan sampai tidak memenuhi kualifikasi kesehatan.

Kapal Asal India Bersandar, Kapten dan ABK Positif Covid-19, 4 Orang Diisolasi Ketat di Kapal

Dia mengatakan, penjualan alat ilegal ini sudah mulai dilakukan pelaku sejak Oktober 2020.

  • Bagikan