Diskerpus Badung Gelar Pelatihan Tata Rias dan Kue Kering

  • Bagikan
Diskerpus Badung Gelar Pelatihan Tata Rias dan Kue Kering
Kadis Kearsipan dan Perpustakaan Ni Wayan Kristiani merias salah satu peserta pada pelatihan tata rias dan kue kering di Ruang Bacaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Puspem Badung, Senin (10/8). FOTO Humas Badung.
KEMBARA.ID,BADUNG-Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial merupakan perpustakaan yang memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya dengan melihat keragaman budaya, kemauan untuk menerima perubahan serta menawarkan kesempatan berusaha melindungi dan memperjuangkan budaya dan hak asasi manusia.

Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial tersebut, Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan melaksanakan pelatihan tata rias dan kue kering di Ruang Bacaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Puspem Badung, Senin (10/8).

Acara dibuka Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Badung Ni Wayan Kristiani ditandai dengan merias salah satu peserta. Pelatihan ini dihadiri Ketua Gatriwara Badung Ny. Ayu Suartini Parwata, perwakilan dari TP PKK Kabupaten Badung, Perwakilan Organisasi Kewanitaan Kabupaten Badung, Ketua Tim PKK Kecamatan serta para instruktur dari Tiara Kusuma Kab. Badung.

Baca juga:

Bupati Giri Prasta Tanam 100 Pohon Sakral di Kawasan Suci di Petang Badung

Bupati Giri Prasta Apresiasi Masukan Dewan Untuk Penyempurnaan APBD Tahun 2021

Pilkada Badung 2020: KPU Minta Rekomendasi SMSI Bali untuk Sosialiasi lewat Media Online

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Badung Ni Wayan Kristiani mengatakan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial merupakan kegiatan yang menghubungkan aspirasi masyarakat dalam mendorong kesejahteraan.

Perpustakaan hadir dalam memfasilitasi kebutuhan akan keterampilan -keterampilan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk kali ini digelar pelatihan tata rias dan rambut serta akan dilanjutkan dengan pelatihan membuat kue kering.

“Ini merupakan salah satu upaya dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dalam hal menindaklanjuti perpustakaan berinklusi sosial dimana perpustakaan bekerjasama dengan instansi terkait bagaimana memberikan edukasi dan memberikan pelatihan yang berguna untuk orang banyak khususnya terhadap masyarakat di Badung terutama bagi ibu-ibu di masa pandemi ini,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan untuk pelatihan ini tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai himbauan pemerintah dengan tidak melibatkan banyak orang serta berharap pandemi Covid-19 ini segera berlalu dan kehidupan masyarakat dapat normal kembali.

  • Bagikan