Denpasar Jadi Pelopor Pelestarian Endek di Bali, Gelar Ragam Event, Bentuk Duta Endek, Hingga Masyarakatkan Endek

  • Bagikan
Denpasar Jadi Pelopor Pelestarian Endek di Bali, Gelar Ragam Event, Bentuk Duta Endek, Hingga Masyarakatkan Endek
Pelaksanaan Gladi Inagurasi Pembukaan Denpasar Festival ke-13 Tahun 2020, Kamis (1/10). FOTO Humas Denpasar.
KEMBARA.ID,DENPASAR- Endek sebagai salah satu tenun ikat Bali yang memiliki ragam corak dan sejarah yang keberadaannya telah berkembang pesat sejak tahun 1985.

Pesatnya perkembangan kain tenun ikat khas Bali ini membuat Pemkot Denpasar terus melakukan upaya pelestarian hingga membawa tenun ikat Endek ke kancah Nasional dan Internasional.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni menggaet insan muda dalam pemilihan Duta Endek Kota Denpasar sejak tahun 2012 silam.

Pemkot Denpasar pun menjadi yang pertama dalam memasyarakatkan kain endek, hal ini terbukti dengan penggunaan kain endek di lingkungan Pegawai Pemkot Denpasar sejak tahun 2005.

Selain itu, berbagai gelaran event juga turut dilaksanakan seperti fashion show, lomba busana endek, dan lain sebagainya.

Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Ketua Dekranasda Denpasar Ny. I.A Selly Dharmawijaya Mantra pada Kamis (1/10) menjelaskan bahwa seiring dengan berjalannya waktu Pemerintah Kota berhasil merubah mindset masyarakat terhadap kain tenun endek tersebut.

Saat ini kain tenun endek tidak hanya digunakan sebatas pada upacara-upacara keagamaan saja, melainkan sudah mulai digunakan dalam berbagai kesempatan seperti sebagai seragam kerja pegawai, seragam sekolah, maupun sebagai busana sehari-hari yang diminati kalangan pejabat negara, para artis nasional, hingga wisatawan mancanegara.

Lebih lanjut dikatakan, Kain tenun endek adalah salah satu Warisan Budaya yang berwujud hasil karya manusia dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

Denpasar sebagai ibu kota provinsi Bali saat ini mulai gencar mempromosikan keberadaan kerajinan kain tenun endek tersebut dengan berbagai upaya dilakukan Duta Endek Denpasar telah menjadi produk ekonomi kreatif unggul di Denpasar.

“Dari Denpasar berdampak bangkitnya perajin-perajin endek di daerah-daerah lain,” ujar Rai Mantra.

Dimana, Pemkot Denpasar melalui Disperindag Kota Denpasar yang menggandeng Dekranasda Kota Denpasar bersinergi untuk lebih gencar dalam pelestarian kain tenun endek ini agar masyarakat mau menggunakan endek sebagai fashion trend dalam sehari-hari dan merubah mindset masyarakat bahwa kain endek tidaklah kuno.

  • Bagikan