Bukan Covid-19, Ini Penyebab 52 Orang Meninggal dan 5.125 Terinfeksi di NTT

  • Bagikan
Bukan Covid-19, Ini Penyebab 52 Orang Meninggal dan 5.125 Terinfeksi di NTT
Ilustrasi nyamuk (foto ist kompas.com)
KEMBARA.ID,KUPANG-Wabah penyakit yang merenggut 52 nyawa di NTT terjadi bukan karena virus Corona atau Covid-19 seperti yang kita takuti bersama selama ini.

Justru hingga Senin (25/50 kemarin, covid-19 di NTT baru merenggut satu nyama dan menginfeksi 85 orang.

Wabah penyakit yang dimaksud yaitu virus dengue yang dibawa nyamuk edes aegypti yang menyebabkan demam berdarah dengue ( DBD).

Hingga saat ini Dinas Kesehatan NTT mencatat sudah 5.125 orang terjangkit DBD di seluruh wilayah di NTT.

Seperti dikutip kembara.id dari kompas.com,  52 orang yang sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit akibat DBD ini, akhirnya meninggal.

“Ribuan warga yang terkena DBD itu tersebar di semua kabupaten dan kota di NTT,” ungkap Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes NTT, Erlina Salmun, Senin (4/5/2020).

Jumlah kasus (DBD) di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT), masih terus bertambah hingga saat ini.

Terhitung sampai dengan sekarang, sebanyak 5.125 warga di seluruh NTT telah terjangkit DBD.

Menurut Erlina Salmun, penambahan signifikan penderita DBD terjadi di beberapa wilayah di NTT.

Erlina mengatakan, ribuan warga yang yang menderita DBD dan puluhan yang meninggal tersebut, tercatat dalam data periode Januari hingga 3 Mei 2020.

Jika dibandingkan dengan update data sebelumnya pada Jumat (17/4/2020) lalu, jumlah 4.891 kasus dan 51 orang meninggal.

Tambahan satu orang meninggal itu, menurut Herlina, berasal dari Kabupaten Belu.

Sementara itu, tambahan kasus DBD berasal dari 1 kota dan 15 kabupaten di NTT.

Dalam dua pekan terakhir, tak ada penambahan kasus di Kabupaten Lembata, Kabupaten Nagekeo, dan Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Rote Ndao dan Kabupaten Sabu Raijua.

Penambahan penderita DBD secara signifikan terjadi di Kota Kupang dari 632 orang terjangkit dan tujuh orang meninggal, naik menjadi 666 penderita.

Kabupaten Belu yang sebelumnya 674 pasien dan delapan meninggal, menjadi 728 penderita dan sembilan meninggal.

  • Bagikan