BREAKING NEWS! Ayah Tewas Mengenaskan di Pangkuan Anak Kandung yang Membunuhnya

  • Bagikan
BREAKING NEWS! Ayah Tewas Mengenaskan di Pangkuan Anak Kandung yang Membunuhnya
ilustrasi Pembunuhan (Istimewa: Hetanews.com)
KEMBARA.ID – Imam Basori (30) seorang warga Banjarejo Kecamatan Rejotangan, Tulungagung Jawa Timur tega membunuh Tumiran (80) yang adalah ayah kandungnya sendiri.

Hingga saat ini, pihak kepolisian dari Polsek Rejotangan masih melakukan olah TKP dan memeriksa keterangan saksi juga pelaku terkait peristiwa ini.

Kapolsek Rejotangan Iptu Hery Purwanto kepada awak media menyebut polisi berlum berani memberikan keterangan terkait kasus ini.

Baca juga :

Belum Ditemukan, Gadis Cantik ini Jadi Buronan Polisi, Berawal dari Unggah Foto Seksi di Facebook

VIDEO: Catherine Wilson Bareng Sule, Andre Taulany, dan Ratna Listy Viral, Tingkah Si Seksi Jadi Sorotan

Mahasiswa Tewas di Jalan By Pass Ida Bagus Mantra, Tengkorak Dahi IB Kusuma Jaya Pecah

Meskipun begitu dirinya tidak menampik terkait adanya peristiwa pembunuhan ini.

“Benar (ada pembunuhan, red), tapi nanti saja ya, ini masih olah TKP,” Ujar Iptu Hery Purwanto, Kamis (23/07/2020) dilansir media ini dari Detik.com.

Kabar meninggalnya Tumiran pertama kali diketahui oleh tetangganya atas nama Ilham.

Ilham mengaku saat itu dirinya hendak menjenguk korban ke rumahnya.

Baca juga :

Edan, Untuk Tambahan Biaya Nikah, YO ‘Jual’ Tunangan Rp 250 Sekali Intim

Belum Move on, Pria ini Aniaya Mantan Pacar, Alasannya Aneh

Setiba dari Bali, Ibu Muda 27 Tahun Layani Threesome, Dihadapan Hakim Eva Ungkapkan Alasan Mendasarnya

Suaminya di Sekap di Jimbaran, Nova Novianti: Suami Bilang Percuma Lawan Kita ‘Gajah’

Setiba di rumah korban ia melihat Tumiran sudah tak bernyawa di pangkuan basori.

Ilham lantas berteriak minta tolong pada warga sekitar.

“Tadi pagi saya mau jenguk Mbah Tumiran ini, tetapi ternyata sudah tergeletak di pangkuan Basori, saya lalu berteriak minta tolong ke warga,” ujar Ilham.

Pelaku kemudian diamankan oleh seorang perangkat desa setelah sebelumnya warga tidak berani mendekati korban dan pelaku.

Demi keamanan, kedua tangan pelaku diikat. (*)

  • Bagikan