BREAKING NEWS: 7 Penjual Surat Keterangan Bebas Corona Palsu di Gilimanuk Diciduk Polisi

  • Bagikan
BREAKING NEWS: 7 Penjual Surat Keterangan Bebas Corona Palsu di Gilimanuk Diciduk Polisi
7 Penjual Surat Keterangan Bebas Corona Palsu di Polres Jembrana. (DOK Polres Jembrana)
KEMBARA.ID, JAKARTA – Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan mengkonfirmasi tujuh orang yang membuat dan menjual surat keterangan sehat bebas virus corona palsu di Gilimanuk, Jembrana, Bali.

Ulah ketujuh pelaku itu menarik perhatian publik hingga viral di media sosial.

Profesi para pelaku diantaranya, pengurus travel, wiraswasta dan tukang ojek.

Ramadhan mengungkapkan, ketujuh pelaku nekat melakukan pemalsuan dan menjual karena tekanan ekonomi.

Baca juga: Panit Reskrim Ipda Ngurah Astawa Ditikam Saat Beri Tembakan Peringatan

Baca juga: Wanita Berambut Pirang Tidur di Jalanan Setelah Diturunkan dari Mobil, Tak Ada yang Mendekat

“‎Motifnya murni karena ekonomi. Sasaran mereka para penumpang dan sopir travel yang membutuhkan surat itu untuk berpergian,” beber Ramadhan dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (15/5/2020).

Dalam beraksi, ketujuh pelaku rata-rata menjual selembar surat Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu.

Setelah mendapatkan informasi ada penjualan surat keterangan sehat bebas virus corona palsu, Polisi langsung melakukan penyelidikan.

Penangkapan pun dilakukan di wilayah Melaya, Jembrana‎, Bali.

Tiga pelaku yang diamankan di lokasi pertama yaitu, FNM (35), PB (28), dan SW (30).

Baca juga: Buntut Permasalahan Adat, Ketut S Akhiri Hidup di Pohon Bambu

Baca juga: Geram, Warga Blokir Jalan Hubungkan 3 Kabupaten, Gara-gara Bupati Perintah Bongkar Posko Covid-19

Sementara, empat pelaku lainnya ditangkap di rumah masing-masing yaitu, WB (38), IA (35), RW (25) dan PWA (31).

Barang bukti yang diamankan dari ketujuh tersangka yaitu, beberapa lembar surat keterangan dokter yang dibubuhi tanda tangan palsu.

Adapula uang tunai Rp 200 ribu, ponsel dan perangkat komputer.

Para pelaku diganjar dengan Pasal 263 KUHP dan Pasal 268 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.(*)

  • Bagikan