Berkerumun dan Merokok, Lima Anak Muda di Denpasar Dihukum

  • Bagikan
Aparat Pol PP Denpasar memberikan hukuman kepada warga yang dipergoki berkerumun dan merokok di lapangan Puputan Badung, Sabtu (1/8). Foto Humas Denpasar
Aparat Pol PP Denpasar memberikan hukuman kepada warga yang dipergoki berkerumun dan merokok di lapangan Puputan Badung, Sabtu (1/8). Foto Humas Denpasar
KEMBARA.ID, DENPASAR-Memasuki tatanan kehidupan baru atau new normal, masyarakat harus tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah ditentukan pemerintah. Namun hal itu tidak semua masyarakat mematuhinya.

Ternyata masih ditemukan ada 5 orang anak muda yang menciptakan kerumunan di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung Sabtu (1/8).

“Untuk memberikan efek jera sekaligus memberikan pembinaan 5 anak muda tersebut dihukum push up oleh petugas Satpol PP Kota Denpasar,” ujar Kasatpol PP Kota Denpasar I Dewa Gede Anom Sayoga dalam keterangan tertulis yang diterima kembara.id, Minggu (2/8).

Lebih lanjut Sayoga mengatakan, hukuman push up yang diberikan bukan karena mereka menciptakan kerumunan saja namun mereka juga dipergoki merokok di tempat tersebut yang merupakan kawasan tanpa rokok (KTR) dan tidak menggunakan masker. Semestinya 5 anak muda tersebut di Sidang Tipiring.

Baca juga:

31 Desa/Kelurahan di Denpasar Nihil Penambahan Kasus Baru, Angka Sembuh Mencapai 85,56 Persen

Hari Pertama Pariwisata Bali Dibuka, 4000 Orang Masuk Melalui Bandara Internasional Ngurah Rai

Pelaku Pencemaran Nama Baik Ahok Ditangkap di Bali, Posting Penghinaan Berupa Tulisan dan Gambar di Medsos

Namun karena masih dalam suasana pandemi covid 19, maka sebagai efek jera pihaknya hanya memberikan hukuman mereka dengan disuruh push up dan berjanji tidak melanggar kembali.

Selain hukuman mereka juga diberikan Pembinaan agar saat pandemi covid 19 mereka tetap mengikuti protokol kesehatan salah satunya tidak menciptakan kerumunan dan tetap menggunakan masker.

Semua itu harus dilakukan karena pihaknya tidak ingin ada penularan covid 19 pada kluster baru.

Untungnya menurut Sayoga setelah diberikan hukuman dan pembinaan, mereka menyadari kesalahan yang mereka lakukan dan berjanji tidak mengulang lagi.

Dengan kejadian itu, Sayoga mengimbau kepada seluruh masyarakat meskipun telah memasuki new normal atau tatanan kehidupan baru bukan berarti mereka bisa bebas berbuat apa yang di kehendaki.

Karena peraturan yang ada harus tetap diikuti salah satunya Peraturan Daerah (PERDA) Kota Denpasar No. 7 Tahun 2013 tentang kawasan tanpa rokok juga harus diikuti dan Perwali PKM.

  • Bagikan