Banyak Pasien Covid-19 Meninggal Tak Sampai 24 Jam Dirawat di Bangkalan, Bagaimana Kesiapan Bali?

  • Bagikan
Banyak Pasien Covid-19 Meninggal Tak Sampai 24 Jam Dirawat di Bangkalan, Bagaimana Kesiapan Bali?
Ilustrasi jenazah.
Banyak Pasien Covid-19 Meninggal Tak Sampai 24 Jam Dirawat di Bangkalan, Bagaimana Kesiapan Bali?

KEMBARA.ID, BANGKALAN– Meledak pasien positif dan meninggal dunia akibat covid-19 di Kabupaten Bangkalan Madura, Jawa Timur pasca liburan lebaran.

Dalam sepakan terakhir, banyak pasien Covid-19 di Bangkalan yang meninggal dunia setelah tak sampai 24 jam menjalani perawatan di rumah sakit.

Pasien tak bisa bertahan lama, kemudian meninggal dunia.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bangkalan , Madura, Jawa Timur, Agus Sugianto Zain, seperti dilansir kembara.id dari Kompas.com, menyatakan penyebabnya karena banyak pasien yang baru sadar ke rumah sakit ketika kondisi mereka sudah parah.

Kondisi yang terjadi di salah satu wilayah di Jawa Timur ini tentu akan berdampak pada wilayah sekitar termasuk provinsi Bali.

Bagaimana kesiapan Satgas Covid-19 di Bali dengan peningkatan kasus yang terjadi di Bangkalan?.

Agus Sugianto Zain, menjelaskan peningkatan kasus di Bangkalan baru diketahui ketika dilaksanakan evaluasi terhadap rumah sakit di Bangkalan.

Ia menjelaskan, sekitar 10-15 pasien Covid-19 yang meninggal dunia, kurang dari 24 jam dirawat setelah dibawa ke RSUD Bangkalan.

Menurut dia, kesadaran masyarakat terhadap ancaman Covid-19 masih rendah.

Pihak rumah sakit tak bisa banyak berbuat karena masyarakat tidak pernah memeriksa kesehatan ketika gejala Covid-19 tidak berat.

Dia mengatakan, perilaku warga di Bangkalan memengaruhi peningkatan kasus positif Covid-19 dan meninggal dunia.

“Masih banyak warga yang abaikan prokes karena merasa kebal dengan Covid-19.

Perilaku tentang kesehatan warga masih rendah. Mereka baru ke RS ketika kondisi sudah parah,” jelasnya.

Di lain sisi, rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 di Bangkalan hanya RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu dan dua rumah sakit swasta.

Tiga rumah sakit ini tentu kesulitan menangani peningkatan kasus yang terjadi akibat kesadaran masyarakat yang masih rendah.

Sementara itu, terkait perkembangan kasus positif covid 19 di Bali, per Minggu 6 Juni 2021, terkonfirmasi kasus sebanyak 27 orang (24 orang melalui Transmisi Lokal, 2 PPDN dan 1 PPLN) dan SEMBUH sebanyak 53 orang dan 1 orang meninggal dunia.

  • Bagikan