Bali Masuk PPKM Level 3, Ini Nasib Liga 1 Indonesia, Bagaimana Persib Bandung?

  • Bagikan
Bali Masuk PPKM Level 3, Ini Nasib Liga 1 Indonesia, Bagaimana Persib Bandung?
Skuat Persib Bandung/foto/Persib
Kembara.id-Bali Masuk PPKM Level 3, Ini Nasib Liga 1 Indonesia, Bagaimana Persib Bandung?

Setelah Bali masuk level 3 PPKM, bagaimanakah nasib Liga 1 Indonesia 2021-2022? Apakah dilanjutkan di Bali atau ditunda hingga Covid-19 mereda? Bagaimana nasib Persib Bandung sebagai tim yang paling banyak terpapar positif Covid-19?

Baca Juga :

Persib Bandung dan Persebaya Tersingkir, Gelar Juara Liga 1 Makin Jauh, Bhayangkara FC, Arema FC dan Bali United di Pusaran Kuat

Pemerintah RI melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 09 tahun 2022, kembali mengeluarkan instruksi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1,2 dan 3 di wilayah Jawa – Bali.

Provinsi Bali masuk level 3. Kondisi ini tentunya berdampak pada penyelenggaraan kompetisi Liga 1 yang telah berlangsung di Bali sejak 5 Januari 2022.

Dalam aturan surat edaran menteri dalam negeri tersebut, masih ada toleransi untuk kegiatan olahraga khususnya Liga 1, 2 dan 3 Indonesia.

Baca juga:

Pemain Bali United Positif Covid-19, Ini Prediksi Starting 11 Bali United vs PSM Makassar, Persib Bandung, Persebaya Kalah dan Tergusur

Pada pasal 23 poin kedelapan, tertulis bahwa Kompetisi Sepak Bola Liga 1 (satu) dapat dilaksanakan maksimal 9 (sembilan) pertandingan dan Kompetisi Sepak Bola Liga 2 (dua) dapat dilaksanakan maksimal 8 (delapan) pertandingan setiap minggu.

Semua kompetisi dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: tempat penyelenggaraan hanya di wilayah Kabupaten/Kota dengan kriteria level 3 (tiga),level 2 (dua), dan level 1 (satu).

Kedua, seluruh pemain, ofisial, kru media, dan staf pendukung wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap orang yang keluar masuk pada tempat pelaksanaan kompetisi dan Latihan.

Ketiga: pelaksanaan kompetisi tidak diperbolehkan menerima penonton langsung di stadion. Kegiatan menonton bersama oleh suporter juga tidak diperbolehkan.

Keempat, seluruh pemain, ofisial, kru media, dan staf pendukung yang hadir dalam kompetisi wajib sudah memperoleh vaksinasi dosis kedua, hasil negatif PCR (H-1) dan hasil negatif Antigen pada hari pertandingan.

  • Bagikan