Awas! Dapat Pesan Ini dari WhatsApp, Jangan Diklik atau Anda dirampok!

  • Bagikan
Awas! Dapat Pesan Ini dari WhatsApp, Jangan Diklik atau Anda dirampok!
Awas! Dapat Pesan Ini dari WhatsApp, Jangan Diklik atau Anda dirampok! Foto: Computerworld.com
KEMBARA.ID, DENPASAR– Aplikasi Obrolan instan atau Chatting terpopuler Whatsapp akhir-akhir ini sangat rentan dijadikan modus operandi tindak kejahatan. Baru-baru ini, sebuah modus penipuan baru kembali hadir mengatasnamakan WhatsApp.

Pesan instan masuk tidak melalui aplikasi Whatsapp melainkan melalui SMS biasa yang masuk ke dalam ponsel Anda.

Modus ini diungkap oleh Direktorat Tindak pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Mabes Polri. Dalam akun Instagramnya, pihak Siber Polri mengatakan jika penipu akan mengaku sebagai operator WhatsApp dalam isi SMS-nya.

“Para penipu tak pernah kehabisan cara menjerat korbannya, termasuk melalui pesan penipuan yang dikirim dengan SMS. Salah satu bentuk penipuan SMS yaitu mengatasnamakan aplikasi pesan populer, WhatsApp,” kata Siber Polri, dikutip Selasa (4/5/2021).

Dalam SMS itu akan berisi penerima pesan diklaim memenangkan sebuah hadiah berupa uang ratusan juta atau bisa juga barang seperti emas, mobil dll.

Awas! Dapat Pesan Ini dari WhatsApp, Jangan Diklik atau Anda dirampok!
Penipuan Mengatasnamakan Whatsapp (Doc. Instagram @ccicpolri)
Dalam tangkapan layar pesan penipu itu memperlihatkan jika nomor WhatsApp memenangkan hadiah uang. Namun pesan tidak menunjukkan jika itu berasal dari perusahaan resmi tersebut.

Hati-hatilah jika Anda menerima SMS dengan ciri-ciri yg disebutkan diatas. Anda akan diminta mengklik link yang ada dalam pesan itu. Jika ada tidak teliti, apalagi dengan iming-iming hadiah yang menggiurkan, Anda bisa jadi terpancing untuk mengklik link atau tautan tersebut.

Polri menduga tautan merupakan kasus phishing atau metode penipuan yang tujuannya adalah mencuri akun atau data pribadi Anda nantinya.Siber Polri juga membagikan cara pencegahan agar masyarakat tidak jadi korban berikutnya. Diminta untuk tidak menekan link dalam pesan tersebut.

Menurut pihak Siber Polri, karena tidak dikirimkan langsung oleh WhatsApp ada kemungkinankan link adalah cara menjebak pengguna.

“Mengingat pesan tersebut tidak dikirimkan langsung oleh pihak WhatsApp, ada kemungkinan tautan akan menjebak konsumen seperti kasus phishing yang banyak terjadi,” lanjut Siber Polri.

  • Bagikan