2.291 Orang Masuk Bali via Pelabuhan Gilimanuk

  • Bagikan
2.291 Orang Masuk Bali via Pelabuhan Gilimanuk
Ilustrasi mudik.
KEMBARA.ID-DENPASAR- Pada Selasa (19/5/2020) ribuan perantau dari wilayah Indonesia Timur dan Bali yang berasal dari Jawa Timur memadati area Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.

Data dari PT ASDP Indonesia Ferry, tercatat total sebanyak 4.176 penumpang dari Pelabuhan Gilimanuk Bali dengan jumlah 2.066 total kendaraan menuju Pulau Jawa.

Tingginya penyeberangan orang dan kendaraan dari Pelabuhan Ketapang ke Bali juga relatif tinggi.

Tercatat sebanyak 2.291 penumpang dengan 1.971 unit kendaraan turut diberangkatkan dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Jawa Timur menuju Pulau Bali.

Baca juga: Menteri Perhubungan Jawab Surat Gubernur Koster Terkait Pengendalian Orang Masuk Bali

Baca juga: Tim Medis RSUP Sanglah dan Putrinya Positif Virus Corona, 16 Kerabatnya Berstatus OTG

Baca juga: Indonesia Kembali Berduka: Seorang Perawat Wanita Berpulang Terpapar Virus Corona

“Di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi jumlah pemudik dari wilayah Timur Indonesia sudah lebih dari ribuan orang.

Para pemudik yang merupakan warga perantau dari berbagai kota di Jawa Timur ini didominasi oleh penumpang pejalan kaki,” dikutip dari siaran CNNIndonesia TV, Selasa (19/5).

Ribuan perantau ini mayoritas berasal dari Bali dan Nusa Tenggara (NTB, NTT) dan beberapa daerah wilayah Indonesia Timur lainnya.

Baca juga: Tak Berdaya Bunga Septya Ungkap Nama Didik, Kos Sanur pun Digerebek

Baca juga: Selamat Jalan Ari Puspita Sari, Perawat Positif Virus Corona Meninggal Dunia, Dalam Kondisi Hamil

Rata -rata mereka mengaku terpaksa memilih mudik karena tak ada pekerjaan lagi di daerah awal (Jawa Timur) selama pandemi virus corona (covid-19).

Untuk diketahui, hingga saat ini pemerintah belum mencabut larangan mudik demi memutus mata rantai penyebaran covid-19. Aturan ini akan berlaku hingga 31 Mei mendatang, yang telah dimulai sejak 24 April 2020.

Regulasi pemerintah yang mengatur hal itu yakni Permenhub nomor 25 tahun 2020 tentang pengendalian transportasi selama masa mudik Idulfitri 1441 Hijriah dalam rangka pencegahan penularan Covid-19.

Berbagai kendaraan yang tetap diperbolehkan melakukan perjalanan antarwilayah selama pandemi Covid-19 hanya kendaraan kenegaraan, pengangkut sembako, hingga kendaraan yang bertugas untuk menangani Covid-19.

  • Bagikan